7 Pengusaha Sukses Indonesia di Bidang Properti (WAJIB TAU!)
Halo Gan! Seperti yang kita ketahui, yang namanya Bisnis Properti itu
sangat amat menggiurkan (Perumahan, Apartemen, Mall, Real Estate, dll).
Kali ini ane mau menampilkan 7 Pengusaha Sukses di Bidang Properti yang
dikit banyak mempengaruhi perekonomian Indonesia. Juga membuka lapangan
pekerjaan ke banyak orang pastinya. (Ane ga urutin dari yang paling
kaya Gan)
Silahkan dibaca, Semoga bermanfaat! Moga2 kita bisa jadi Pengusaha Properti juga Gan nantinya! hehehe
Peter Sondakh :
Foto Peter S :
Seperti burung Rajawali, Peter Sondakh kelihatan tak pernah lelah
mengepakkan sayap usahanya. Mata dan penciumannya setajam Rajawali,
mampu mengendus peluang bisnis yang layak ditubruk. Tak heran,
gebrakannya lewat perusahaan holding yang didirikannya, PT Rajawali
Corporation (RC), belakangan kerap mengejutkan.
Tak seperti pebisnis lokal lain yang lebih suka membangun bisnis dari
awal, Peter dikenal sebagai sosok pebisnis yang rajin jual-beli
perusahaan. Karenanya, ada orang yang lebih suka menyebutnya sebagai
investor ketimbang pebisnis.
Mochtar Riady :
Foto Mochtar Riady :
Mochtar Riady lahir di Kota Malang, 12 Mei 1929; umur 83 tahun adalah
seorang pengusaha Indonesia terkemuka, pendiri dan presiden komisaris
dari Grup Lippo. Ia banyak dikenal orang sebagai seorang praktisi
perbankan andal, serta salah seorang konglomerat keturunan
Tionghoa-Indonesia telah yang berhasil mengembangkan grup bisnisnya
hingga ke mancanegara.
Pada 2011, Forbes merilis daftar orang terkaya di Indonesia, Mochtar
Riady menduduki peringkat ke-38 dengan total kekayaan US$ 650 juta [2].
Grup Lippo, memiliki lebih dari 50 anak perusahaan. Karyawannya
diperkirakan lebih dari 50 ribu orang. Aktivitas grup ini, selain di
Indonesia, juga merambah di kawasan Asia Pasifik, terutama di Hong Kong,
Guang Zhou, Fujian dan Shanghai. Saat ini Grup Lippo paling tidak
memiliki 5 area bisnis utama. (Salah satunya Properti)
Properti dan urban development. Bisnis yang meliputi pembangunan kota
satelit terpadu, perumahan, kondominium, pusat hiburan dan
perbelanjaan, perkantoran dan kawasan industri. Lippo tidak hanya
membangun perumahan, tetapi suatu kota yang lengkap dengan berbagai
infrastruktur. Di tiga kota yang telah dibangun, yaitu Lippo Cikarang,
Bekasi di timur Jakarta, Bukit Sentul, Bogor di selatan Jakarta, dan
Lippo Karawaci, Tangerang di barat Jakarta, para penghuni bisa mengakses
TV Cable sekaligus fasilitas internet.
Ketiga, pembangunan infrastruktur seperti pembangkit tenaga listrik,
produksi gas, distribusi, pembangunan jalan raya, pembangunan sarana air
bersih, dan prasarana komunikasi. Hampir semua bisnis ini
dikonsentrasikan di luar negeri dan dikontrol oleh kantor pusat Grup
Lippo yang berbasis di Hong Kong, dipimpin puteranya Stephen Riady.
Aktivitas bisnisnya, antara lain, pembangunan jalan tol di Guang Zhou,
pembangunan kota baru Tati City di Provinci Fujian, Gedung Perkantoran
Plaza Lippo di Shanghai dan membangun kawasan perumahan elit dan
perkantoran di Hong Kong.
Tomy Winata :
FOTO Tomy W :
Grup Artha Graha miliknya didirikan dengan dukungan dari TNI (dahulu
ABRI), melalui beberapa kawan dekatnya seperti Eddy Sudradjat (dahulu
KSAD, sekarang Ketua Umum partai PKPI). Suginato Kusuma atau lebih
dikenal sebagai Aguan juga adalah mitra Tomy dalam Grup Artha Graha.
Melalui Bank Artha Graha, Tomy menyelesaikan proyek SCBD termasuk
gedung bursa saham Jakarta. Selain itu Tomy mempunyai andil dalam
pembangungan Bukit Golf Mediterania, Kelapa Gading Square, The City
Resorts, Mangga Dua Square, Pacific Place, Discovery Mall Bali,
Borobudur Hotel, The Capital Residence, Apartemen Kusuma Candra, Ancol
Mansion, The Mansion at Kemang, Mall Artha Gading, Senayan Golf
Residence.
Jusuf Kalla :
Foto Pak JK :
Jusuf Kalla lahir di Watampone, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan pada
tanggal 15 Mei 1942 sebagai anak ke-2 dari 17 bersaudara[1] dari
pasangan Haji Kalla dan Athirah, pengusaha keturunan Bugis yang memiliki
bendera usaha Kalla Group. Bisnis keluarga Kalla tersebut meliputi
beberapa kelompok perusahaan di berbagai bidang industri. Tahun 1968,
Jusuf Kalla menjadi CEO dari NV Hadji Kalla. Di bawah kepemimpinannya,
NV Hadji Kalla berkembang dari sekedar bisnis ekspor-impor, meluas ke
bidang-bidang perhotelan, konstruksi, pejualan kendaraan, perkapalan,
real estate, transportasi, peternakan udang, kelapa sawit, dan
telekomunikasi. Di Makassar, Jusuf Kalla dikenal akrab disapa oleh
masyarakat dengan panggilan Daeng Ucu.
Ir. Ciputra :
Foto Pak Ci :
Ir. Ciputra (lahir di Parigi, Sulawesi Tengah, 24 Agustus 1931; umur
80 tahun) adalah seorang insinyur dan pengusaha di Indonesia. Ia
terkenal sebagai pengusaha properti yang sukses, antara lain pada Jaya
Group, Metropolitan Group, dan Ciputra Group. Selain itu ia juga dikenal
sebagai seorang filantropis, dan berkiprah di bidang pendidikan dengan
mengembangkan sekolah dan Universitas Ciputra.
Setelah menyelesaikan kuliahnya di ITB, Ciputra mengawali kariernya
di Jaya Group, perusahaan daerah milik Pemda DKI. Ciputra bekerja di
Jaya Group sebagai direksi sampai dengan usia 65 tahun, dan setelah
itusebagai penasihat. Di perusahaan tersebut, Ciputra diberi kebebasan
untuk berinovasi, termasuk di antaranya dalam pembangunan proyek Ancol.
Kemudian bersama dengan Sudono Salim (Liem Soe Liong), Sudwikatmono,
Djuhar Sutanto dan Ibrahim Risjad, Ciputra mendirikan Metropolitan
Group, yang membangun perumahan mewah Pondok Indah dan Kota Mandiri Bumi
Serpong Damai. Pada masa itu, Ciputra duduk sebagai direktur utama di
Jaya Group dan di Metropolitan Group sebagai presiden komisaris.
Akhirnya Ciputra mendirikan grup perusahaan keluarga, Ciputra Group.
Pada tahun 1997 terjadilah krisis ekonomi. Krisis tersebut menimpa
tiga group yang dipimpin Ciputra: Jaya Group, Metropolitan Group, dan
Ciputra Group. Selain itu, Bank Ciputra yang didirikannya ditutup oleh
Pemerintah karena dianggap tidak layak dan Asuransi Jiwa Ciputra
Allstate yang baru dirintis menjelang krisis pun ikut ditutup. Dengan
adanya kebijakan moneter dari pemerintah dan diskon bunga dari beberapa
bank, ia mendapat kesempatan untuk merestrukturisasi utang-utangnya.
Akhirnya ketiga group tersebut dapat bangkit kembali dan kini Group
Ciputra telah mampu melakukan ekspansi usaha di dalam dan ke luar
negeri.
Trihatma Haliman :
Foto TH :
Trihatma Kusuma Haliman adalah generasi kedua keluarga Haliman,
pendiri Podomoro Group. Ayahnya, Anton Haliman, membangun antara lain
perumahan Simprug dan Sunter Podomoro. Setelah Trihatma mengendalikan
perusahaan ini, di tangan Trihatma lah, Agung Podomoro berkembang
menjadi perusahaan pengembang terkemuka di Indonesia.
Saya punya motto, living in harmony and peaceful mind. Orang mau
ribut-ribut, saya cuek saja. Mitra usaha saya banyak. Di Senayan City
saja, mitra saya ada sebelas orang. So far, kami tidak ribut-ribut.
Agung Podomoro kini sudah dan sedang membangun 59 proyek properti,
mulai dari properti untuk masyarakat menengah bawah, menengah, dan
menengah atas. Semua segmen pasar dimasuki Agung Podomoro.
Eka Tjipta Widjaja :
Foto Eka TW :
Siapa yang tidak kenal dengan Eka Tjipta Widjaja? Ya, Eka merupakan
pendiri Sinar Mas Grup yang kini bertengger di posisi ketiga dalam
daftar sepuluh orang terkaya di Indonesia versi majalah Globe Asia 2008
dengan total kekayaan U$ 3,8 miliar. Tentu saja kesuksesan yang diraih
Eka dicapai dengan penuh perjuangan dan kerja keras dari usia belia.
Kini, dengan Sinar Mas-nya, ia telah memiliki empat sayap bisnis
utama yang meliputi bisnis finansial, bubur kertas (pulp) dan kertas,
agrobisnis, dan real estate. Bisnis keuangan dikendalikan Sinar Mas
Multiartha, sementara usaha pulp di bawah Asia Pulp & Paper.
Sementara itu, kelompok agrobisnis dikendalikan Smart Corp dan
propertinya ada di bawah kendali Duta Pertiwi.
Eka bukan hanya memiliki jiwa bisnis, namun ia juga memiliki jiwa
sosial. Untuk itu Eka mendirikan yayasan "Eka Tjipta
Foundation" sebagai bentuk kepedulian sosialnya. Eka berusaha
menunjukkan kepedulian dengan mendirikan sebuah organisasi nirlaba yang
di antaranya memberikan perhatian pada persoalan pembangunan sosial
kemasyarakatan.